26 September 2010 - 20:30

Seorang siswi kelas 5 di Rusia dikeluarkan dari sekolah karena bersikeras menggunakan jilbab ke sekolah.

Menurut Kantor Berita ABNA, Kepala Sekolah tersebut menyatakan bahwa sekolah yang dipimpinnya adalah sekolah beradab (!) karenanya tidak seorangpun pelajar sekolah tersebut yang diperbolehkan menggunakan jilbab.

Orangtua siswi yang bersangkutan berkata, “Pimpinan sekolah ini mengeluarkan dua keputusan yang berkenaan dengan pelarangan jilbab. Pertama, peniadaan hak murid untuk melakukan sesuatu di luar aturan, dan yang kedua, intervensi sekolah terhadap kebebasan beragama murid.”

Ghanusykina, aktivis penegakan HAM di negeri ini menyikapi pelarangan tersebut, “Pimpinan sekolah tersebut tidak memiliki hak apapun dalam mengintervensi jenis pakaian muridnya apalagi jika pakaian tersebut merupakan pakaian yang telah menjadi aturan sebuah ajaran agama tertentu.”

 

Disinyalir adanya pelarangan-pelarangan semacam ini, untuk mengurangi perkembangan semakin maraknya warga Rusia yang berpindah agama dan memeluk Islam.